Senin, 03 Oktober 2016

Nostalgia 8 tahun yang lalu, bersama NIzar Qobbani










Masih saja kau bertanya padaku
Kapankah hari ulang tahunku ?
Sekarang,catatlah apa yang selalu kau tanyakan itu.
Hari Ulang tahunku adalah..
Hari di saat cintamu menjadi milikku.
Itulah hari Ulangtahunku.
Hari'ku terlahir di dunia ini.

Barisan sajak diatas merupakan penggalan puisi cinta Nizar Qobbany (W.1998), penyair Arab era Modern yang sangat terkenal dengan puisi cinta atau Ghozalinya. Puisi diatas tak sengaja saya dapatkan dari CD pemberian seorang kawan dari Tanzania .Awalnya,dia mengatakan bahwa CD yang dia berikan itu isinya copy soft kumpulan makalah karya pemikir Mesir, yang sama-sama kami butuhkan untuk bahan ujian semester. Namun ternyata setelah saya buka, ternyata selain makalah, disitu saya dapatkan pula "gratisan" kumpulan puisi Nizar Qobbany dalam bentuk file MP3.

Sayapun mulai mendengarkan lantunan puisi-puisi cintanya bersama seorang mahasiswi Afrika yang akrab dengan syair-syair cinta pujangga-pujangga Arab, yang kebetulan tinggal satu rumah, bahkan satu kamar dengan saya. Dia begitu antusias ketika saya mengajaknya mendengarkan puisi Nizar.

Ada hal menarik ketika saya mendengarkan puisinya. Gaya Nizar membacakan syair nya mengingatkan saya dengan gaya Gus Mus ketika membacakan puisinya. Nizar membacakannya begitu tenang. Tidak perlu mengernyitkan dahi ketika mendengarkan puisinya, karna bahasa arab yang dipakai sangat sederhana dan mudah difahami, namun begitu menyentuh.Nizar membacakan syairnya dengan diiringi musik khas padang pasir.

Hal baru yang saya dapatkan setelah mendengarkan syair al-Qobbany ini, ternyata (kata teman Afrika saya)  beberapa lagu Kadzim Sahir (Irak),lirik-lirik lagunya diambil dari puisi karya Nizar, seperti Qulii Uchibbuka dan Ziidinii 'Isyqon. Seingat saya, kalau tidak salah,si Kadzim ini pernah konser di Indonesia di suatu event pagelaran seni International dengan beberapa seniman luar negeri lain beberapa tahun yang lalu. Tapi tepatnya tahun berapa saya lupa. Ada yang tahu..?

Ah,sudahlah… masalah si Kadzim itu tidak penting. Yang penting bagi saya sekarang adalah saya bisa menikmati puisi-puisi Nizar, meskipun saya termasuk kelompok "melarat estetika sastra", Yach.. paling tidak saya 'kan jadi bisa belajar dari beliau, atau minimal lantunan puisi Nizar ini bisa jadi teman setia ketika sedang bosan mendengar "kebisingan" dunia.

Profil penyair satu ini saya kira tidak asing lagi bagi para pengagum sastra Arab. Kalau ada diantara pembaca yang asing dengan penyair satu ini, saya akan mengajak anda untuk mengenal nya dari dekat secara singkat.

Penyair ini berasal dari Syria, seorang penyair cinta (Arab) terkenal era kini.Terahir di Damaskus pada tahun 1923 M. Setelah lulus setingkat SMU, dia melanjutkan study S1nya di jurusan Hukum.Selesai S1,dia mulai berkarir sebagai diplomat di Kedutaan Syria di Mesir.Di masa itulah pertama kali ia mulai menelurkan karya kumpulan puisinya,yang berjudul : Thufulah Nahd.

Habis masa tugas di Mesir, Nizar pindah tugas ke beberapa negara lain, diantaranya adalah Cina. Selama bertugas sebagai diplomat, Nizar masih terus berkarya dengan goresan penanya, sehingga menghasilkan beberapa buku kumpulan puisi, diantaranya adalah : Achla Qoshoidi, ThufulahNahd, Qoolat li Samra', Qomus al-Asyiqin, Asy'ar Majnunah, Sayabqo al-Chub, dll.

Para pemerhati Syair mengatakan bahwa puisi Nizar ini mengalami dua fase : Fase pertama adalah fase puisi cinta, yang dimulai sejak pertama kali meluncurnya karya kumpulan puisi cintanya yang berjudul ThufulahNahd,sampai pada tahun 1967. Dan setelah masa itu, Nizar beralih pada puisi-puisi bernada politik yang diawali dengan qosidahnya yang berjudul هوامش على دفتر النكسة.

Meskipun demikian, bukan berarti setelah fase pertama berakhir dia tidak pernah lagi menulis syair cinta, ataupun sebaliknya. Namun, diantara dua tema puisi yang ditekuninya.Nizar terlanjur lebih terkenal menyandang trade mark sebagai penyair cinta daripada penyair politik. Dan, agar bisa mengobati penasaran bagi yang lagi penasaran kayak apa syair cintanya, akan saya tuliskan satu contoh syair cintanya berbahasa arab yang berjudul Qulii Uchibbuka (Katakanlah bahwa kau mencintaiku),yang lirik lagunya sempat dinyanyikan secara apik oleh Kadzim Sahir, sebagaimana yang telah saya sebutkan diatas. Selamat membaca!.

فبغير حبك لا أكون جمـــــــــــــــيلا # قولــــــــي أحبك كي تزيد قداستي

قولــــــي أحبك كي تصير أصابعي # ذهبا و تصبح جبهتي قنديـــــــــلا

قـــولي أحبــــــــــك كي يتم تحولي # فأصير قمـــــــــعا أو أصير نخيلا

الآن قــــــــــوليها ولا تـــــــــترددي # لأن بعض الهــوى لا تقبل التأجيلا

قولي أحبك كي تزيد قداستـــــــــــي # و يصير شعري فــي الهوى إنجيلا

ســــــأغير التقويــــــــم لو أحببتني # أمحوا فصــولا أو أضيف فصولا

وسينتهي العصر القديـــــــم على يدي # أ وأفيم مملكة النساء بديــــــــلا



,1 February 08'.

6 komentar:

  1. Balasan
    1. Hehehe. Apa ya ? Asal nulis aja sih. :). Mksh ya dah mampir. Hehehe

      Hapus
  2. Balasan
    1. Masih Amburadul Mvak Vinny. Tahap belajar 😀

      Hapus
  3. Saya suka puisinya...

    Saran: tulisannya dibesarkan lagi bisa kah? Soale, kalau dari laptop kok hurufnya imut2 semua... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah Bang Syaikha dateng juga. Makasih Bang masukannya. Nnti coba diedit Ulang. Selalu ditunggu bimbingannya. :)

      Hapus